Assalamualaikum..
Untuk
AYAH & IBU yang aku cintai…
Kalian
berdualah jiwa ku.. Yang selalu memberikan semangat dan senyum dalam
hari-hariku.. Senyum kalian, adalah kehidupan bagiku.. Tangisan kalian, adalah
kehancuranku.. Keringat yang bercucuran di wajah kalian, adalah inspirasiku..
Duhai
IBU..
Tanpa
engkau aku tak akan menjadi seperti ini. Dengan semangatmu yang kuat, aku dapat
berdiri tegak di tengah goyahnya jiwaku di terpa pelbagai dugaan. Tanpa mu, aku
hanyalah gadis kecil yang tak akan mengerti tentang tenangnya jiwa seorang
perempuan yang gagah.
IBU,
suaramu begitu merdu aku dengar. Di kala kau menceritakan sebuah kisah sebagai
penenang tidur ku. Tapi itu dulu IBU.. Dulu.. sebelum aku mengenal kata-kata
teguranmu. Namun, di usia ku yang ke 19 ini, aku malu jika kau masih
memarahiku. Entah mengapa? Aku tak ada alasan yang tepat sehingga aku malu
mengakuinya. Ya.. begitu sombongnya aku. Namun, begitu aku selalu merindukan
hal itu IBU.
IBU,
kau adalah perempuan yang paling kuat yang pernah ku kenali. Aku pernah
mendengar ceritamu mengenai Sayidatina Siti Khadijah R.A, isterinya baginda
Rasulullah SAW, seorang yang penyabar dan tabah semangatnya dalam mengharungi
hidup kepada pesuruh Allah yang agung.
Tugas
dan tanggungjawab sebagai isteri dengan memberikan dorongan dan semangat kepada
Rasulullah SAW dilaksana sebaik mungkin.. Ya IBU.. hebatnya beliau!
Siapa
yang tak kenal akannya.. Dan mungkin masih banyak lagi wanita-wanita lain yang
sama seperti mereka, atau hampir sepertinya..
IBU, KAU PERMATA HATIKU
Namun,
di mataku.. kaulah wanita yang paling tabah itu IBU! Kaulah perempuan yang tak
pernah dan tak ingin kalah dengan semua keadaan hidup yang begitu sukar di
jalani.
IBU,
kau bagaikan malaikatku.. Sewaktu kecil, begitu telitinya kau menjagaku.. Tidak
akan kau biarkan seekor nyamuk pun yang menggigiti kulit halusku di waktu itu..
Di saat aku sakit, kau rela tidak tidur untuk menjagaku dan mendamaikan
hatiku.. Sentuhanmu, membuatku tak berdaya. Ya.. bagaikan terusap oleh hembusan
angin di kala senja.
Tapi,
apa yang dapat ku berikan pada mu saat ini IBU? Tidak ada! Aku hanya dapat
menyusahkanmu.. Membuatmu sedih dengan semua kata-kata dan perbuatan yang
terkadang menyakitkan hatimu.. Aku hanya membuatmu gelisah, ketika aku lupa
waktu pulang kerana kesibukanku sebagai mahasiswa, lalu terkadang aku bertanya?
Apakah Allah akan memaafkanku, dengan apa yang telah aku lakukan pada mu IBU?
Dengan
selembar kertas ini. Aku mohon maaf pada mu IBU. Aku tahu, maafku tidak akan
bererti apa-apa. Kerana di dalam lubuk hatimu, kau selalu menutup kesalahanku
yang begitu banyak ini, dengan CINTAmu yang begitu sangat besar.
Ya..
aku belum mampu membahagiakanmu saat ini IBU.. Namun, di setiap sujudku, namamu
selaluku panggil. Jikalau waktu dunia tak berkehendak untuk kita selalu
bersama, tapi aku yakin, di akhirat nanti kita akan saling berpelukan, sambil
menikmati indahnya syurga akhirat.. Amin..
AYAH, BERKORBAN APA SAJA
AYAH..
wajahmu selalu tegar.. Walau kulitmu sudah mula kerepot, dan tubuhmu tidak lagi
segagah yang dulu.. Namun, aku masih sangat mengenalimu sebagai seorang lelaki
yang selalu memberikan semangat dan cinta hingga rela berkorban untuk sang
anaknya yang naif ini.
Betapa
sering aku mengecewakanmu AYAH.. Dengan semua keluh kesahku padamu. Dan betapa
tak sedar dirinya aku. Ketika aku sampai marah padamu, kerana engkau tak
memberikan belanja yang cukup padaku..
Padahal
disebaliknya, keringatmu mengalir deras, untuk mendapatkan sedikit wang demi
memberi nafkah dan menyekolahkan anaknya ini.. Lalu kau tak lena tidur di waktu
malam, untuk memikirkan hari esoknya.
AYAH,
aku begitu takut. Dikala doktor berkata bahawa kau harus banyak berehat.
Penyakit darah tinggi yang telah menyelamimu sejak puluhan tahun yang lalu,
memaksa dirimu untuk berhenti bekerja, dan berhenti memikirkan hal-hal yang
berat..
Dari
itu ku tahu AYAH.. Begitu berat beban yang kau rasakan. Aku sempat berfikir,
akan adakah waktu untukku memberi khidmat kepadamu? Namun secepat mungkin aku
menghilangkan fikiran itu. Kerana sesungguhnya, aku belum siap untuk
kehilanganmu.. Aku mencintaimu AYAH..
Aku
tahu, kau hanya sempat menghabiskan pelajaran sekolah rendahmu. Kau tak sempat
mengecapi rasanya menjadi seorang mahasiswa. Namun, begitu hebatnya kau AYAH.
Tekadmu sungguh sangat besar untuk menyekolahkan kelima-lima anakmu ini untuk
menjadi sarjana-sarjana yang kau banggakan..
Aku
tahu, itu semua tidaklah akan terhasil dari sebuah pengorbanan yang sangat besar.
Sekarang, tiga anak mu sudah menjadi sarjana AYAH... Dan kami telah berjanji
bersama. Untuk membahagiakanmu nantinya.
AYAH.. IBU..
Ketika aku menuliskan
surat cinta ini, air mataku tak henti mengalir membasahi pipiku. Kerana aku
malu AYAH.. IBU.. aku malu pada diriku sendiri. Yang belum mampu membahagiakan
kalian. Aku malu, dikala aku selalu saja meminta, meminta dan terus meminta,
tanpa memperhatikan keadaan kalian sebenarnya..
Aku
sangat mencintaimu, AYAH.. IBU.. sangat mencintai kalian..
Maafkanlah
aku.. maafkanlah aku, yang belum mampu membalas cinta kalian seutuhnya. Aku
yakin, Allahlah yang akan membalasnya, lebih besar dari apa yang mampu kami
lakukan nanti..
Ketika
surat ini telah kalian baca keseluruhanya, aku ingin sebuah pelukan hangat dari
kalian berdua.. Aku ingin mencium kaki kalian, dan meminta maaf padamu, AYAH,
IBU.
Ya..
hanya menulis sebuah surat ini yang mampu aku lakukan.. Wajah kalian, akan
menjadi kekuatanku, di saat aku lemah. Menjadi inspirasiku, di saat aku diuji.
Dan menjadi cita-citaku, untuk selalu membahagiakan kalian..
Terima
kasih AYAH..
Terima
kasih IBU..
Aku
mencintaimu AYAH..
Aku
mencintaimu IBU..
No comments:
Post a Comment