Cinta Anugerah Istimewa Allah.............

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Saturday, July 21, 2012

Ramadhan kembali....

Alhamdulillah, Ramadhan telah menyapa kehidupan kita. Ternyata kita antara yang bertuah kerana dipilih Allah SWT untuk menjejakan kehidupan kita di madrasah Ramadhan. Di sepanjang Ramadhan, Allah SWT tidak pernah lupa menghidangkan kepada kita seribu satu kebaikan dalam pesta ibadah terbesar buat kita meraih pahala berlipat kali ganda. Yang lupa hanyalah kita, sebaik berakhir Ramadhan, kita lupa nilai tarbiyah yang dilalui di sepanjang bulan mulia itu.

Manusia sering lupa dan memang pelupa dan pendosa. Betapa kita sering menyesali kesalahan yang telah kita kerjakan. Bahkan dalam sekelip mata kesalahan yang serupa segera kita ulangi. Kalau bukan kerana rahmat Allah SWT, terasa terlalu berat rasanya kewajiban untuk kita membersihkan jiwa dari pelbagai rawasib-rawasib (karat) dosa.

Jalan kehidupan ini banyak likunya, tajam selekohnya, panjang dan melelahkan. Terkadang kita dihenyak kelalaian sehingga beban dosa menghimpit jiwa, lantas kita berselingkuh dengan dosa-dosa sehingga kehidupan umpama berjalan dalam gelap gelita, sedangkan suis cahaya ada di hadapan mata. Debu dosa menutup pintu hati untuk melihat kebenaran. Al Quran yang di baca hambar rasa di jiwa. Tiada rintihan pada jiwa untuk terbangun dari kelekaan. Hati sudah hilang sensitifnya pada dosa. Lalu kata Iman al Ghazali, sekiranya hatimu sudah tidak berfungsi lagi, maka pohonlah pada Allah akan hati yang baru!

Sungguh mustahil manusia akan selamat apabila dia berjalan di lorong-lorong kehidupan ini tanpa bimbingan, panduan, arahan dan melewati terminal-terminal pembaikan jiwa untuk membersihkan hati, mengubati luka-lukanya dan meluruskan kembali arah hidupnya yang barangkali sudah jauh menyimpang.

Apakah masih ada harapan untuk kita kembali kepada fitrah asal kita sebagai hamba Allah SWT.? Sesungguhnya Allah kaya dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Lalu Allah mengatur keperluan hamba-Nya untuk melalui terminal-terminal istimewa agar kita kembali kepada fitrah. Antaranya solat sehari lima waktu merupakan terminal terhebat untuk mengembalikan kita kembali kepada fitrahnya, memperhambakan dirinya kepada Allah. Tidak cukup dengan itu, Allah anugerahkan keberkahan bulan Ramadhan, terminal 30 hari melalui proses perawatan jiwa. Tidak hairanlah apabila Ramadhan dikenali sebagai bulan syahrut Tarbiyah.

Subnallah, Ramadhan adalah bulan pentarbiahan hati. Bulan umat meraih kembali kepercayaan dari Allah SWT untuk melayakkan kita menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Kembali kepada fitrah asal, bersih dari noda dan kelumat dosa. Ramadhan menjadi terminal terbaik buat kita membersihkan diri, mengevalusi kembali arah jalan kehidupan kita dan mengubat luka-luka pada jiwa akibat titik-titik hitam dosa.

Dari Abu Hurairah RA bahawanya Rasulullah SAW bersabda:

“Antara solat fardhu ke solat fardhu yang lain, antara Jumaat ke Jumaat yang lain dan antara Ramadhan ke Ramadhan yang lain merupakan penghapus dosa-dosa apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR Muslim)

“Barang siapa yang shaum (puasa) pada bulan Ramadhan kerana iman dan mengharap redha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga kita mulai Ramadhan pada kali ini dengan “mindset” yang betul dan benar, iaitu meraih redha Allah dan mengharap keampunan, maghfirah dan pembebasan dari azab api neraka.

Janganlah pernah penat berharap kepada Allah SWT. Ayuh kita meraih limpahan rahmat dari Allah SWT di sepanjang Ramadhan ini kerana terminal Ramadhan termuat dengan janji kepada kita untuk kembali kepada “dunia baru” kehidupan, Rasulullah SAW ada bersabda:

“Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, iaitu;
  • 1.Di permulaan Ramadhan Allah akan melihat kepada umatku. Sesiapa Allah melihat kepadanya nescaya ia tidak akan diazab selama-lamanya.
  • 2.Bau mulut mereka (yang berpuasa) ketika petang hari lebih wangi di sisi Allah dari bau kasturi.
  • 3.Malaikat akan memohon ampun untuk mereka di sepanjang hari dan malam.
  • 4.Allah menyuruh syurga supaya bersiap-sedia dengan berkata kepadanya; “Bersiaplah kamu dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Mereka hampir datang (memasukimu) untuk beristirehat dari kepayahan dunia menuju ke rumahKu dan kemuliaanKu”.
  • 5.Pada akhir malam bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa semua mereka. Seorang lelaki dari sahabat bertanya; ‘Adakah malam itu lailatul Qadar?’. Jawab Rasulullah; ‘Tidak. Apakah engkau tidak melihat kepada pekerja-pekerja yang bekerja. Apabila mereka telah selesai dari pekerjaan mereka, akan disempurnakanlah upah-upah bagi mereka”.
(Riwayat Imam Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi dari Jabir RA)

Ya Allah! Semoga Ramadhan pada kali ini benar-benar mengesan pada jiwa ini, menghidupkan iman kembali, agar dengan iman aku kembali kepada fitrah asal, menjadi hamba Allah SWT yang sebenar-benarnya.

Friday, July 20, 2012

Marhaban Ya Ramadhan.....



1.       Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullahsaw. pernah bersabda ketika datang bulan Ramadhan: "Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk shaum, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini).” ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).


2. Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat ‘Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. ia berkata: maka ia menerangkan tentang shaum Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan:

"Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah (dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.”
(Riwayat Ahmad dan Nasai )


3. Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : "Shalat Lima waktu, Shalat Jum’at sampai Shalat Jum’at berikutnya, Shaum Ramadhan sampai Shaum Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.”(H.R.Muslim)


4. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: "Shaum dan Qur’an itu memintakan syafa?at seseorang hamba di hari Kiamat nanti. Shaum berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula AL-Qur’an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat.” ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).


5. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : "Bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut ” Rayyaan”. Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang shaum? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhary Muslim).


6. Rasulullah saw. bersabda :" Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang". ( HR.Bukhary Muslim).


KESIMPULAN :

Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :

# Bulan Ramadhan adalah:
1. Bulan yang penuh Barakah.
2. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
3. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
4. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
5. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma’shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

# Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
1. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
2. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa’t.

# Khusus bagi yang shaum disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6 )


Tuesday, July 3, 2012

KELEBIHAN NISFU SYAABAN...........

KELEBIHAN NISFU SYAABAN



Dalam Raudatul Ulamak dan diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda:

أَتَدْرُونَ لِمَ سُمِّيَ شَعْبَانَ؟ قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمْ. قَالَ: ِلأَنَّهُ يَتَشَعَّبُ فِيهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ.

Yang bermaksud, Tahukah kamu kenapa bulan ini dinamakan Syaaban? Para sahabat menjawab: Allah dan RasulNya mengetahui. Baginda bersabda: Ianya dinamakan demikian kerana bercabang-cabang dan banyak kebaikan padanya.



Firman Allah,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ.
Yang bermaksud, Pada malam yang berkat itu, dijelaskan (kepada malaikat) tiap-tiap perkara yang mengandungi hikmat serta tetap berlaku, (tidak berubah atau bertukar).
Al-Dukhaan: 4

‘Ikrimah dan sebahagian ulamak tafsir menjelaskan bahawa perkataan malam pada ayat ini bermaksud malam nisfu syaaban.

                                           
Di sini dinyatakan kelebihan malam nisfu Syaaban sebagaimana sabda Nabi saw,

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ: أَلاَ مُسْـتَغْفِر فَأَغْفِر لَهُ، أَلاَ مَسْتَرْزق فَأَرْزُقهُ، أَلاَ مُبْتَلى فَأُعَافِيه، أَلاَ كَذَا، أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطلعُ الفَجْر.
Yang bermaksud, Rasulullah saw telah bersabda: Apabila tiba malam Nisfu Syaaban maka kamu hidupkanlah malamnya dan kamu berpuasa di siang harinya, sesungguhnya Allah turun (hampir) padanya dari terbenam matahari ke langit dunia dan berfirman: Sekiranya terdapat orang yang memohon keampunan maka Aku ampunkannya, sekiranya terdapat orang yang meminta rezeki maka Aku beri rezeki kepadanya, sekiranya terdapat orang yang ditimpa bala maka Aku sejahterakannya, sekiranya begitu… sekiranya begini… sehinggalah terbitnya fajar.

(Riwayat Ibnu Majah)

Sabda Rasulullah saw,

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ شَعْرِ غَنَمِ بَنِى كَلْبٍ.
Yang bermaksud, Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaaban maka diberikannya keampunan terlebih banyak daripada bulu kambing Bani Kalb.

(Riwayat daripada Imam Ahmad, al-Tirmizi dan Ibnu Majah)


Terdapat pula dalam hadith yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw telah bersabda,

أَتَانِى جِبْرِيلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَقَالَ يَا مُحَمَّدٌ هَذِهِ لَيْلَةُ تُفْتَحُ فِيهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَأَبْوَابُ الرَّحْمَةِ، فَقُمْ وَصَلِّ وَارْفَعْ رَأْسَكَ وَيَدَيْكَ إِلَى السَّمَاءِ. فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا هَذِهِ اللَّيْلَةُ؟ فَقَالَ: هَذِهِ لَيْلَةُ تُفْتَحُ فِيهَا ثَلاَثُمائَةِ بَابٍ مِنَ الرَّحْمَةِ، فَيَغْفِرُ اللهُ تَعَالَى لِجَمِيعِ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ مَنْ كَانَ سَاحِرًا أَوْ كَاهِنًا أَوْ مُشَاحِنًا أَوْ مُدْمِنَ خَمْرٍ أَوْ مُضِرًّا عَلَى الزِّنَا أَوْ آكِلَ الرِّبَا أَوْ عَاقَ الوَالِدَيْنِ أَوِ النَّمَّامِ أَوْ قَاطِعَ الرَّحِمِ، فَإِنَّ هَؤُلاَءِ لاَ يُغْفِرُ لَهُمْ حَتَّى يَتُوبُوا وَيَتْرُكُوا. فَخَرَجَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَصَلَّى وَبَكَى فِى سُجُودِهِ وَهُوَ يَقُولُ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنْ عِقَابِكَ وَسَخَطِكَ وَلاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى.

Yang bermaksud, Jibril a.s pernah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaaban seraya berkata: Wahai Muhammad, inilah malam yang dibuka padanya pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat. Maka bangunlah kamu, bersolatlah dan angkatlah kepala dan kedua tanganmu  ke langit. Maka aku bertanya: Wahai Jibril malam apakah ini? Maka jawabnya: Inilah malam yang dibuka padanya tiga ratus pintu rahmat, Allah mengurniakan keampunan bagi mereka yang tidak menyenyutukan sesuatu dengan Allah dan rahmat ini tidak diberikan kepada tukang sihir, tukang tenung nasib, orang yang bermarah-marahan, orang yang kekal meminum arak, orang yang berzina, orang yang makan riba, orang yang derhaka kepada ibu bapanya, tukang mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturrahim. Maka sesungguhnya mereka itu tidak diampunkan sehingga mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut. Lalu Nabi saw pun keluar dan bersolat sambil menangis dalam sujudnya dan diucapkannya: Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau daripada seksaan dan kemurkaanMu. Dan tidaklah aku dapat menghitung segala pujian kepadaMu, Engkau sebagaimana Engkau memuji diriMu sendiri maka bagiMu segala pujian sehingga Engkau redha.


Imam Syafi‘e berkata: Lima malam yang dimustajabkan doa ialah malam Jumaat, malam 2 hari raya, malam awal Rejab dan malam Nisfu Syaaban.

Daripada Saidina Umar Abdul Aziz r.a, beliau menulis kepada pegawainya di Basrah:

Bagi kamu empat malam yang istimewa dalam setahun. Pada malam tersebut Allah mengagihkan kerahmataNya sepenuhnya. Malam-malam itu ialah malam awal Rejab, malam Nisfu Syaaban, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha.


Apabila tiba bulan Rejab, Rasaulullah saw berdoa dengan doa ini,

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَب وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Justeru, pada Nisfu Syaaban kita digalakkan untuk berpuasa di siangnya serta menghidupkan malamnya dengan memperbanyakkan ibadah seperti membaca al-Quran, beristighfar dan melakukan solat sunat. Kemudian mohonlah doa supaya diampunkan segala dosa, ditutup sebarang keaiban, dimurahkan rezeki dan dimudahkan segala kesusahan.

KAIFIYYAT MEMBACA DOA MALAM NISFU SYAABAN

Membaca surah Yasin tiga kali, tiap-tiap satu kali bacaan Yasin, dibaca satu kali doa.

Bacaan pertama dengan meminta dipanjangkan umur.
Bacaan kedua dengan niat menolak bala.
Bacaan ketiga dengan niat terkaya daripada manusia.



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ يَا ذَاالمَنِّ وَلاَ يَمُنُّ عَلَيْهِ يَا ذَاالجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَاالطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ، لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِينَ وَجَارَ المُسْـتَجِيرِينَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِينَ، اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْـتَنِي عِنْدَكَ فِى أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْـتَرًّا عَلَيَّ فِى الرِزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتِتَارِ رِزْقِي وَأَثْبِتْـنِي عِنْدَكَ فِى أُمِّ الكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفِّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ المُنَزَّلُ عَلَى لِسَانِ نَبِيَّكَ المُرْسَلِ يَمْحُوا اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثَبِّتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ اِلَهِي بِالتَّجَلِّى الأَعْظَمِ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ المُكَرَّمِ الَّتِى يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَسْـأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ البَلاَءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لاَ نَعْلَمُ وَمَا أَنَتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.