Cinta Anugerah Istimewa Allah.............

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Friday, June 20, 2014

Menyambut Tamu Agong...

Bismillahirrahmanirrahim............................

Sahabat Hikmah…

Bagaimanakah perasaan Anda jika ada seorang tamu yang Anda cintai dan rindukan memberitahu, bahwa ia akan datang dan tinggal bersama Anda selama beberapa hari, apa yang akan Anda lakukan? Tidak diragukan lagi, Anda akan senang dan berbahagia, kemudian Anda akan bersiap-siap menyambut kunjungan itu dan sedapat mungkin Anda akan merapikan diri, membersihkan rumah dan menyiapkan acara-acara yang menarik dalam rangka kunjungan itu. Bukankah demikian ? Jawabannya adalah, “Tentu !”

Sahabat Hikmah…, bagaimana jika tamu itu bukan saja Anda cintai, akan tetapi juga dicintai Allah, Rasul-Nya dan seluruh kaum muslimin? Bagaimana jika tamu ini selama tinggal bersama kita antara siang dan malam-nya membawa kebaikan dan keberkahan?

Tamu yang dimaksud itu tidak lain adalah RAMADHAN,
bulan yang mulia,
bulan Al-Qur’an,
bulan shiyam,
bulan bertahajjud dan qiyamullail,
bulan kesabaran dan takwa,
bulan kasih sayang,
bulan ampunan dan terbebasnya hamba dari api neraka,
bulan yang terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan,
bulan di mana syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka,
bulan di mana amal kebaikan dilipatgandakan dan penuh berkah dalam ketaatan,
bulan pahala dan keutamaan yang agung.

Maka sayugianya setiap yang mengetahui sifat-sifat tamu ini untuk menyambutnya sebaik mungkin, mempersiapkan berbagai amal kebajikan agar memperoleh keberuntungan yang besar dan tidak berpisah dengan bulan itu, kecuali ia telah menyucikan ruh dan jiwanya. Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (Asy-Syam: 9).

Rasulullah dan para sahabatnya telah memahami betapa tinggi nilai tamu tersebut. Oleh karena itu, diriwayatkan, bahwa mereka berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya, dan apabila mereka mengakhirinya, mereka menangis dan berdo’a kepada Allah agar amal mereka pada bulan-bulan yang lain diterima, demikian seperti dinukil Ibnu Rajab rahimahullah.

Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan?

Untuk menyambut bulan yang mulia ini, kami ringkaskan beberapa point penting sebagaimana berikut:

1) Berdo’a, semoga Allah memperpanjang umur kita sampai pada bulan Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh sebagian kaum salaf, begitu pula memohon kepada Allah pertolongan dan kekuatan dalam menunaikan shaum, qiyamullail dan beramal shalih di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman, artinya,

“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami minta pertolongan”. (Al-Fatihah:5)

2) Kebersihan dan kesucian, maksudnya adalah kebersihan ma’nawi yaitu taubat yang tulus dan sebenar-benarnya dari segala dosa dan maksiat. Bagaimana mungkin seseorang menunaikan shaum sedangkan dia berbuka dengan sesuatu yang haram, atau meninggalkan shalat, atau durhaka kepada kedua orang tua, sehingga Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat dan malaikat Jibril pun mengamininya?

Bagaimana kita menginginkan shaum yang diterima dan bermanfaat, sedangkan kita berada dalam keadaan melakukan dosa ini dan itu? Belumkah kita mendengar sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang artinya:

”Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan puasanya dari makan dan minum”. (HR. Al Bukhari).

“Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga”. (Shahih Al Jami’).

Maka marilah bertaubat dengan taubat yang tulus dan sebenar-benar taubat, sebab pintu taubat masih terbuka. Dan taubat itu bukan sekedar meninggalkan perbuatan dosa, akan tetapi dengan mengembalikan hati dan hawa nafsu kepada Dzat Yang Maha Mengetahui alam ghaib, “Maka kembalilah kepada Allah”. (Adz-Dzariat:50).

3) Hendaknya kita dengan sepenuh hati melakukan shaum sebaik-baiknya dan beramal shalih pada bulan Sya’ban. Sebab pada bulan Sya’ban ini segala amal perbuatan diangkat kepada Allah, sebagaimana sabda Rasululah Shalallaahu alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

“Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melakukan shaum sepanjang bulan Sya’ban atau melakukan shaum pada bulan itu kecuali beberapa hari saja beliau tidak melakukannya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

4) Di antara masalah penting lainnya adalah bertafaqquh (memahami) hukum-hukum shaum dan mengenal petunjuk Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sebelum memasuki shaum; mempelajari syarat-syarat shaum, syarat sahnya, yang membatalkannya, hukum shaum pada hari yang diragukan, apa yang boleh, wajib atau haram dilakukan oleh seseorang yang sedang melakukan shaum, apa etika dan sunnah-sunnahnya, hukum-hukum qiyamullail, berapa bilangan raka’atnya, hukum-hukum shaum bagi yang berhalangan baik karena safar (bepergian) atau sakit, hukum zakat fitrah dan lain sebagainya. Begitu pula mengenai petunjuk Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dalam bulan Ramadhan yang bertalian dengan diri beliau, shaumnya, qiyamullailnya, kemurahan hatinya, pemeliharaan dirinya serta keteladanan beliau dalam bertadarrus Al-Qur’an, juga yang berkaitan dengan keluarga dan umatnya. Sebab segala sesuatu harus didahului dengan ilmu dan pemahaman sebelum mengamalkannya.

5)Mempersiapkan acara-acara menyambut “tamu agung”, di antaranya dengan membaca Al Qur’an, mempelajarinya kemudian menghafalnya, qiyamullail, memberi ifthar (buka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, melakukan umrah, i’tikaf, dan berlomba dalam kebaikan dengan semangat fastabiqul khairat, shadaqah, dzikir, penyucian jiwa dan lain sebagainya.

Sahabat Hikmah…
Demikianlah ringkasan bagaimana kita menyambut bulan Ramadhan yang dapat kami kemukakan. Kita berdo’a semoga Allah berkenan memberi taufiq dan hidayahNya kepada kita agar dapat beramal shalih pada bulan Ramadhan.

“Ya Allah, pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan berilah kami pertolongan untuk dapat menunaikan shiyam, qiyam, dan amal shalih di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya. Teguhkanlah kami pada ketaatan sampai kami menemui-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan segala do’a”. Amin.

Selawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Wassalam..........

Wednesday, June 18, 2014

Suami Isteri...Kena Baca Ni..(Sorry..ada unsur2 18sx sikit...sikit jer tau...)

Tanggungjawab Isteri Pada Suami, Syurga
Assalamualaikum wbt..

(Sebelum jadi balu atau janda, elok aku bagi nasihat buat semua pengantin perempuan di luar sana)

Memiliki suami idaman, adalah impian semua wanita di dunia ini, lalu muncul semangat yang membara untuk menjadi isteri yang terbaik buat suami tercinta, tapi malangnya di tengah jalan kehidupan berumatangga, mata tiba tiba dah tak tertahan dengan debu yang menerpa ketika menyapu rumah, atau hati sedih melihat tangan yang menjadi kasar dan keras setelah bergelumang di antara kotoran pakaian dan sabun pencuci..

Di dapur pula masih banyak pinggan mangkuk yang belum di cuci, periuk kuali yang belum di gosok, dan gelas cawan yang masih berbaki air minuman, mula di naiki semut dan serangga..

Lafaz menjadi lelah mengenangkan kain baju yang masih terendam belum di cuci, yang sudah dicuci pula belum dijemurkan, dan yang sudah di jemur pada ampaian masih belum di angkat untuk di asingkan.., masih belum bergosok dan masih belum berlipat…

Anak anak pula cepat kotorkan diri, juga cepat laparkan diri lalu kencing serta berak merata rata..

Kemudian datang tetamu ketika rumah masih berselerak, kain baju dan pinggang mangkuk yang bertabur taburan seperti pasir di tepian pantai..Oh! apa yang aku nak masak malam ini?

Nanti petang suami pulang, ingin melihat rumah bersih dan kemas, ingin makan masakan sama rasa seperti masakan ibunya, ingin berehat menonton TV, sambil memesan makanan segera dan minuman panas seperti berada di restoran lagaknya..

Lalu menangislah wanita itu mengenangkan kehidupannya yang menyedihkan, beban kerja bertambah banyak tapi suami tak tolongpun, anak pula berak tapi suami tak ingin nak basuh, lalu hujan turun lantas suami terus tertidur membiarkan kain baju basah di jemuran..

Sebelum tidur suami berpesan, pakaian ke pejabat mesti disiapkan sebelum subuh, mesti bergosok dan stokin harus berbau wangi…
Dan di malam hari pula, masih ada kerja dari suami kepada isteri, yang mana isteri dibogelkan suami lalu dintindih sepanjang malam…
Ok, cukup sampai situ.
Persoalannya?, setelah korang para isteri buat semua perkara di atas, bersusah susah dari awal kahwin hingga hari ini, tapi kenapa suami masih tak bahagia hidup bersama korang?, sehingga sanggup marah korang, tengking korang, pukul korang, dan akhirnya ceraikan korang?
Kenapa?
Ok, sebelum tu, biar aku cerita pada korang akan apa peranan sebenar isteri pada suami secara batiniah, sebab korang dalam bab lahirian, semua dah tahu, semua dah pandai masak, kemas rumah, dan basuh kain baju, tapi dalam hati ada sifat yang tak betul seperti perasan diperlukan, perasan bagus, perasan di salahkan, perasan dibebankan dan sebagainya yang buat suami rasa tak best duduk sebumbung dengan korang lalu sanggup marah dan tengking korang, dan sanggup melihat korang menderita… isk…
Sebenarnya, ibu ibu dan puan puan sekalian, senang cerita, terdapat tiga jenis isteri,
Pertama adalah jenis yang derhaka pada suami, kedua yang Nampak taat tapi dalam hati derhaka dan yang ketiga adalah opposite pada dua golongan tadi, tidak derhaka pada suami sama ada secara batin atau zahir, dan dah tentu golongan yang ketiga akan masuk shurha, dan golongan kedua masih boleh di selamatkan dan golongan yang pertama eloklah belajar tentang kehidupan neraka supaya tidak janggal apabila tiba di sana kelak..
Kenapa jadi macam tu?
Begini ceritanya,
Korang tahu tak bahawa seorang anak itu tak boleh meninggikan suara pada ibunya, walaupun hanya berkata “Oh” sekalipun kerana shurga itu ada di bawah tapak kaki ibu.., dan dalam kitab ada menceritakan kisah anak yang soleh yang mana walaupun ibu bapanya derhaka pada Allah tapi mereka tetap melayani dengan baik sehingga Allah menaikkan darjat si anak tadi..
Moral cerita adalah kita tidak boleh marah atau tinggikan suara pada mak sampai bila bilapun kerana itu adalah perbuatan derhaka yang boleh membawa ke neraka..,
Bagaimana jika mak kita buat silap? Tak solat atau tak nak tutup aurat atau suka pakai barang kemas melampau lampau, apa kita perlu buat?
Tetap kita tak ada hak untuk marah atau tinggikan suara pada mak kita sampai bila bilapun kerana orang itu adalah mak kita, maka kita hanya boleh nasihat dengan lemah lembut, tunaikan hak sebagai anak dan serahkan pada Allah untuk membuat keputusan, di samping itu kita wajiblah berdoa agar ibu kita dapat membetulkan kesilapan mereka.., faham?
Kita tak boleh merajuk dengan mak kerana dosa mereka, hak kita sebagai anak tetap kena tunaikan, jaga makan minum mereka, tunaikan keperluan mereka walaupun mereka hidup derhaka pada Allah!
Kerana mereka adalah ibu kita dan shurga kita ada dalam ketaatan kita pada mereka tak kira siapa mereka dan dosa mereka..
Ok, bab ibu dan anak semua dah faham..
Tapi ramai perempuan tak faham bahawa shurga mereka ada pada suami mereka!
Korang tahu tak bahawa seorang isteri itu tak boleh meninggikan suara pada suaminya, walaupun hanya berkata “Oh” sekalipun kerana shurga itu ada di bawah tapak kaki suami?.., dan dalam kitab ada menceritakan kisah isteri yang solehah yang mana walaupun suaminya derhaka pada Allah tapi mereka tetap melayani dengan baik sehingga Allah menaikkan darjat si isteri tadi..,
Moral cerita adalah kita tidak boleh marah atau tinggikan suara pada suami sampai bila bilapun kerana itu adalah perbuatan derhaka yang boleh membawa ke neraka..,
Bagaimana jika suami kita buat silap? Tak solat atau kahwin dengan perempuan lain, apa kita perlu buat?
Tetap kita tak ada hak untuk marah atau tinggikan suara pada suami sampai bila bilapun kerana orang itu adalah suami kita selagi mereka tidak ceraikan kita, maka kita hanya boleh nasihat dengan lemah lembut, tunaikan hak sebagai isteri dan serahkan pada Allah untuk membuat keputusan, di samping itu kita wajiblah berdoa agar suami kita dapat membetulkan kesilapan mereka..,
Kita tak boleh merajuk dengan suami kerana dosa mereka, hak korang sebagai isteri tetap kena tunaikan, jaga makan minum mereka, tunaikan keperluan mereka walaupun mereka hidup derhaka pada Allah! walaupun suami korang mengaku tuhan macam Firaun,, tapi isteri firaun tetap masuk shurga kerana hak isteri adalah khidmat pada suami, faham?
Kerana mereka adalah suami korang dan shurga korang ada dalam ketaatan korang pada mereka tak kira siapa mereka dan dosa mereka..
Sesungguhnya, Isteri yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, maka semua ikan-ikan di laut, burungdi udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanyaberistighfar baginya dan Allah SWT mengizinkannya memasuki surga dari pintu mana saja yang korang kehendaki, apa lagi nak di kata?
Tapi aku tengok zaman sekarang, ramai perempuan yang selamba jer marah marah kat suami, siap tinggi suara lagi sehingga aku yang duduk sebelah rumahpun boleh dengar.., lepas tu berleter kat suami macam ibu yang berleter pada anaknya, tapi suami diam sahaja sebab takut kat bini, apa punya dayus ntah? Kenapa tak tempeleng sahaja perempuan yang mulut leser tu! Selamatkan mereka dari lidahnya di gunting dengan api neraka!
Aku tahu korang dah banyak servis kat suami dan anak anak, dah penat, dah masak, kemas rumah, dan basuh kain baju tapi kenapa nak cakap tengking tengking dengan suami jika suami buat silap?, ingat suami ni anjing ke nak kena salak hari hari.., cuba korang takut sikit kat tuhan, sekali korang mati tanpa keredhaan suami, tak cium bau shurga ler nampaknya.., oh..
Cuba korang cakap pelan pelan dengan suami, dan jika mereka buat salah dan dosa, korang tetap tak ada hak untuk marah atau tinggikan suara pada suami sampai bila bilapun kerana orang itu adalah suami korang selagi mereka tidak ceraikan korang, maka korang hanya boleh nasihat dengan lemah lembut, menasihat sambil menangispun takpe, dan tunaikan hak sebagai isteri lalu serahkan pada Allah untuk membuat keputusan, di samping itu korang wajiblah berdoa agar suami korang dapat membetulkan kesilapan mereka..,
Ini tidak, suami lepak minum teh tarik dengan kawan sepejabat korang berleter, suami tengok bola korang membebel, suami tidur kat ruang tamu tak tolong korang kat dapur korang menyalak macam anjing, lepas tu berangan nak dapat keluarga bahagaia konon, sedang suami hati tertekan tapi sebab lelaki jenis yang tak suka berkongsi masalah, maka korang teruskan membebel hari hari, sedar tak sedar, suami dah kahwin lain baru nak terhegeh hegeh mintak maaf dan bertanya, apa dosa saya bang?
Dosa kau adalah bercakap dengan nada tinggi kat suami!
Dah pergi mintak maaf dekat suami masing masing..Tak payahlah korang nak komplen suami korang pemalas, duduk rumah hari minggu pakai baju cantik-cantik tapi melepak depan TV sambil up date DVD movie.., lepas tu baca surat khabar, ataupun tidur, sedangkan apa salahnya tolong saya masak dan basuh baju?
Oii!! orang perempuan, masa suami korang bujang dulu, dialah kaki lepak dekat luar, mat rempit, kaki wayang, kaki pancing, kaki impak maksima, kaki bola dan sebagainya..
Bila dah kahwin dengan korang, kenalah duduk rumah jaga korang, jaga keselamatan korang, korang nampak jer mereka terbongkang depan TV atau lepak baca akhbar, tapi mereka sebenarnya sedang mengawasi keselamatan rumah tangga, tak percaya cuba korang buat-buat pengsan kat dapur, dah tentu suami korang dengan risaunya hantar korang ke klinik.., serius!
Ini bermakna , korang kena syukur bila suami lepak tak buat apa-apa kat rumah, korang nak mereka pergi mancing atau lepak dengan kawan-kawan kat kedai awek siam pekena tom yam sampai jam 3 pagi? Korang nak mereka pergi karaoke di kelab dandut? Tahu tak nak! Habis tu bila mereka lepak kat rumah, boleh pulak korang membebel macam syaitan!
Sebenarnya duduk di rumah adalah satu mujahadah bagi suami yang banyak kawan-kawan, jadi kurangkan penderitaan mereka dengan biarkan mereka dapat berehat dengan selesa, upah mereka dengan teh tarik dan keropok goreng.., urut belakang suami , dan sesekali gunakan cakar harimau, apa salahnya?,
Korang tahu tak? Antara ciri rumahntangga bahagia, suami lebih suka lepak di rumah bersama isteri berbanding lepak bersama kawan-kawan bujang, atau lepak sorang diri di tepi kolam memancing.. , biar mereka lepak kat rumah tak buat kerja, kerana lepaknya suami dirumah adalah tanda rumatangga bahagia, tau takpe!
Jadi, mulai hari ini, jangan sesekali meninggikan suara pada suami, kerana mereka adalah jalan anda ke shurga.., boleh InsyAllah?
Ok, habis satu bab, aku nak pergi kepada satu bab lagi yang lebeh penting dalam menceritakan bab derhaka secara batin ini..
Begini ceritanya…
Kebanyakkan perempuan memang cukup bagus dalam member khidmat pada suami dan anak-anak, rumah kemas, masakan sedap, kain baju berlipat cantik serta bergosok kemas, anak anak pula kelihatan bersih dan dapur serta bilik air sentiasa berkilat menyilaukan pandangan mata…
Tapi dalam hati ada benda tak baik.. Iaitu member khidmat dengan sangkaan bahawa suami berhajat padanya..
Sedangkan seorang isteri itu patut memberi khidmat dengan sangkaan bahawa dia yang berhajat pada suaminya, bukan suami berhajat padanya!
Nampak macam takde beza, tapi hasil berkhidmat di sepanjang perkahwinan akan dapat dinilai apabila suami rasa tak best dengan korang sebab korang dalam member khidmat, ada sangkaan bahawa suami berhajat pada korang, tak ke hampeh?
Kenapa jadi macam tu?
Begini ceritanya…
Seorang perempuan, yang member khidmat dengan sangkaan bahawa suami berhajat padanya.. apabila suami tegur sedikit tentang layanan yang kurang memuaskan, mulalah melenting?, apa abang ingat saya ni orang gaji ke? Abang ingat saya tak letih kerja kat pejabat? Abang ingat abang tu anak Raja? Ops, mungkin korang tak cakap macam tu kat suami, tapi dalam hati berkecamuk dengan perasaan macam tu, itu yang di katakan derhaka dalam hati…, dan hasilnya, korang akan buat kerja dengan tak ikhlas sebab hati bengang kerana suami asyik komplen tentang mutu servis korang yang memang teruk!
Masak tomyan rasa macam air panas bergaram, baik Abang makan Mee gee tomyam!
Jadi nak buat macam mana?
Maka korang kenalah memberi khidmat dengan sangkaan bahawa korang yang berhajat pada suami, bukan suami berhajat pada korang, yang mana seorang perempuan, yang member khidmat dengan sangkaan bahawa dia yang berhajat pada suaminya.. apabila suami tegur sedikit tentang layanan yang kurang memuaskan, maka dia yang akan minta maaf, tersenyum dan membaiki kesalahan dengan serta merta, yang lebih bagus lagi, kisah seorang wanita yang pertama sekali masuk shurga, yang mana di waktu hidupnya, apabila suami pulang, di hulurnya rotan supaya suami pukul jika ada mana mana servis yang tak memuaskan!
Tapi korang tak perlulah kena hulur rotan.., cukup dalam hati timbul perasaan memberi khidmat dengan sangkaan bahawa korang yang berhajat pada suami, kerana wanita itu mulia dan mencapai darjat yang tinggi di shurha adalah melalui amalan berkhidmat, dan korang dapat member khidmat kerana korang ada suami, tanpa suami korang tak dapat nak khidmat, maka koranglah yang berhajat pada suami dalam member khidmat yang seterusnya akan menaikkan darjat korang di Akhirat! subhaAllah!
Dan bagi yang tak tahu, sudah banyak hadith yang cerita tentang kelebihan khidmat, Antaranya,
Apabila seorang suami pulang kerumah dalam keadaan letih dan isterinya melayani dengan baik maka mendapat pahala jihad.
Seorang isteri yang menghabiskan malamnya dengan tidur yang tidak lena karena menjaga anak/suami yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.
Lepas tu pulak, Isteri yang melihat suaminya dengan kasih sayang, maka akan Allah pandang mereka dengan penuh rahmat.
Kemudian, Isteri yang menyapu lantai dengan berzikir pula akan mendapat pahala seperti menyapu lantai Baitullah.
Lagi? Isteri yang memicit kepala suaminya tanpa disuruh baginya pahala 7 ketul emas, kalau di suruh?dapat pahala 7 ketul perak

Nak lagi? isteri yang berkhidmat tanpa derhaka dalam hati, mendapat pahala seperti solat selama 12 tahun, lepas tu, isteri yang menjaga solat di awal waktu, puasa ganti cepat cepat, dan taat pada suami, maka Allah SWT mengizinkannya memasuki shurga dari pintu mana saja yang korang suka..

Tak cukup lagi? Korang masak lalu terkena bahang akan di jauhkan api nereka, jemur baju maka matahari akan berdoa keampunan dan akhir sekali korang akan masuk surga 500 tahun lebih awal dari suami dan menjadi ketua bidadari bla bla bla bla.. (panjang nak cerita)

Ok, cukup sampai sini.., moralnya adalah:

Berkhidmatlah pada suami dengan sangkaan yang betul iaitu korang yang berhajat pada suami, bukan suami berhajat pada korang, kerana wanita itu mulia dan mencapai darjat yang tinggi di shurga adalah melalui amalan berkhidmat, dan korang dapat member khidmat kerana korang ada suami, tanpa suami korang tak dapat nak khidmat, maka koranglah yang berhajat pada suami dalam member khidmat yang seterusnya akan menaikkan darjat korang di Akhirat! subhaAllah!

Kadang kadang cuba korang fikir, apa bezanya korang wanita Malaysia?, berbanding dengan wanita di Negara miskin seperti Bangaladesh, Kemboja, Burma, Pakistan dan lain lain pendalaman di Negara ketiga..

Mereka hidup dalam keadaan letrik tak ada, air kena ambik dari telaga, baju kena basuh dekat sungai, susu kena perah dari tetek lembu, masak roti guna tahik lembu sebagai bahan bakar, tepung kena tumbuk dengan batu.., tidur hanya di atas tanah dan rumah di buat dari tanah liat, dan mereka hidup sepeti ‘hamba’ kepada suami masing masing, lepas tu jika silap mereka akan di rotan, dan malam hari masih ada kerja dari suami kepada isteri, yang mana isteri dibogelkan suami lalu dintindih sepanjang malam…, rumah tiada Astro, DVD, atau kalkulator..,

Cuba korang fikir lagi, kenapa mereka di lahirkan di sana sebagai wanita yang hidup dalam Negara miskin? sedang korang rakyat Malaysia hidup mewah, air keluar dari kepala pair siap dengan penapis lagi, mesin basuh automatic, dapur ada blower, berhabuk sikit boleh vacuum, atas kepala ada kipas dan air cond, TV ada remote, tidur atas tilam empuk, duduk dalam rumah batu, ada internet dan boleh baca blog supervain hari hari..

Bersyukurlah jadi wanita Malaysia dan bersyukurlah dapat berkhidmat pada suami dalam Negara yang aman ini.., Allah dah takdirkan korang jadi wanita di Malaysia, kenapa nak bersedih lagi?

Bersyukurlah!

Sesungguhnya, isteri yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah semua pintu-pintu neraka dan terbukalah pintu-pintu syurga. Maka masuklah korang dari mana-mana pintu yang korang kehendaki tanpa dihisab…

Nikmat mana lagi yang korang dustakan?

Sekian…



p/s...hahha...panjang lebar mamt ni berleter... Jadi...kalau isteri tak taat pada laki macam ni... salah ke...

saya ni manusia biasa.sedang berusaha untuk membaiki diri.sedikit tak bersetuju dengan pendekatan nasihat yang digunakan,sepatutnya ada unsur2 nasihat pada suami dan bukan hanya meletakkan semua kesalahan pada wanita. wanita adalah manusia yang lemah dan suami perlu memberi bimbingan.-misya