Cinta Anugerah Istimewa Allah.............

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Thursday, November 19, 2009

Menjaga Hak Keturunan Rasulullah S.A.W Dalam Perkawinan...

Bismillahirrahmanirrahim......................

Jabal Thur

Seperti kita telah ketahui dalam beberapa hadits Rasulullah S.A.W, jika ada seseorang yang tidak memelihara hak keturunan Rasulullah S.A.W (syarifah) tersebut, maka ketahuilah bahwa orang tersebut tidak akan mendapat syafa'at dari Rasulullah S.A.W, sebagaimana hadiths beliau yang diriwayatkan oleh Thabrani, Al-Hakim dan Rafi'i:


"… maka mereka itu keturunannku diciptakan (oleh Allah) dari darah dagingku dan dikurniai pengertian serta pengetahuanku. Celakalah (neraka wail) bagi orang dari ummatku yang mendustakan keutamaan mereka dan memutuskan hubunganku dari mereka. Kepada mereka itu Allah tidak akan menurunkan syafa'atku."

Dari hadiths di atas dapat kita fahami bahwa keturunan Nabi S.A.W akan terputus hubungannya dengan Nabi S.A.W, jika terjadi perkawinan antara syarifah dengan lelaki yang nasabnya tidak menyambung kepada nabi S.A.W. Mengapa demikian ? Kerana anak dari perkawinan syarifah dengan lelaki yang bukan keturunan Rasulullah S.A.W, adalah bukan seorang sayyid (bukan keturunan Rasulullah S.A.W). Dan jika syarifah tersebut melahirkan anak yang bukan dari hasil perkawinan dengan seorang sayid, maka putuslah hubungan nasab anak tersebut dengan Rasulullah S.A.W, dan nasab anak tersebut berlainan dengan nasab ibunya yang bernasab kepada Rasulullah S.A.W. Dan inilah yang dimaksud dengan pemutusan hubungan dengan Rasulullah S.A.W.

Dan jika telah terjadi pemutusan hubungan tersebut, maka menurut hadiths di atas Nabi Muhammad S.A.W tidak akan memberi syafa'atnya kepada orang yang memutuskan hubungan keturunannya kepada Rasulullah S.A.W.

Kafaah syarifah merupakan salah satu dari keredhaan Rasulullah S.A.W. Hal ini dijelaskan dengan hadiths-hadithsnya pada uraian yang terdahulu. Maka sudah menjadi kewajiban bagi kaum muslimin yang beriman untuk menjaga dan melaksanakan perkawinan syarifah dengan yang sekufu' agar mendapat redha Rasulullah S.A.W. Sebaliknya jika ada orang yang bukan keturunan Rasulullah S.A.W menikah dengan seorang syarifah, maka mereka dengan terang-terangan telah melecehkan hadiths Rasulullah S.A.W, dan orang tersebut dapat digolongkan sebagai orang yang tidak menunjukkan akhlak yang baik kepada Rasulullah S.A.W, bahkan orang tersebut telah termasuk golongan yang menyakiti Siti Fathimah dan seluruh keluarganya.

Disamping itu terdapat pula hadiths-hadiths lain yang mensinyalir bahwa seorang laki-laki yang tidak mengenal hak-hak keturunan Rasulullah S.A.W, di mana nasabnya tidak bersambung kepada Rasulullah S.A.W tetapi menikahi seorang syarifah, dapat digolongkan sebagai seorang munafik, anak yang lahir dari hasil tidak suci, yaitu dikandung oleh ibunya dalam keadaan haidh, atau bahkan dapat dikatakan orang tersebut adalah anak haram! Sebagaimana hal itu disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi' dan Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:

"Barangsiapa tidak mengenal hak keturunanku dan Ansarnya, maka ia salah satu dari tiga golongan: Munafiq, atau anak haram atau anak dari hasil tidak suci, yaitu dikandung oleh ibunya dalam keadaan haidh".

Terakhir, mari kita mengkaji kembali dengan teliti beberapa peringatan Rasulullah S.A.W yang diberikan kepada umatnya, agar kita tidak termasuk orang yang dapat dikategorikan melecehkan perkataan Rasulullah S.A.W dengan sengaja melanggar hak-hak keturunan beliau S.A.W, ataupun memutuskan hubungan beliau S.A.W dengan anak cucunya melalui pernikahan syarifah dengan lelaki yang bukan sayyid.

Marilah kita para keluarga Alawiyin berusaha agar tetap menjaga dan memelihara hak-hak keturunan Rasulullah S.A.W tersebut dengan baik. Semoga Allah memberi kekuatan iman kepada kita semua untuk tetap menjaga dan memelihara hak-hak keturunan beliau S.A.W dengan baik.

Amiinn

2 comments:

Anonymous said...

All is about sharifah?
where is SYED role in this case?
Make it clear....

Anonymous said...

what do u mean syed's role in this case?